Kamis, 10 Mei 2012

Penulisan RPP dikelas Rendah


A.    Latar Belakang
Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini.
Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu,
perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi, dan mandiri.
Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan
reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.

Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu, dua, dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret, disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian RPP ?
2.      Apa saja Langkah-Langkah Penyusunan RPP ?
3.      Bagaimana Format RPP ?
4.      Bagaimana Penulisan RPP Tematik dikelas rendah ?
5.      Seperti apa saja IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK ?
6.      Bagaimana tahapan yang dapat dilakukan untuk menerapkan RPP Tematik ?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian RPP
2.      Untuk mengetahui Langkah-Langkah Penyusunan RPP
3.      Untuk mengetahui bagaimana Format RPP
4.      Untuk mengetahui bagaimana Penulisan RPP Tematik dikelas rendah
5.      Untuk mengetahui seperti apa saja implikasi pembelajaran tematik
6.      Untuk mengetahui bagaimana tahapan yang dapat dilakukan untuk menerapkan RPP Tematik



BAB II
ISI
7.      Pengertian RPP
Perencanaan pembelajaran atau biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran dikelas. Berdasarkan RPP inilah seorang guru (baik yang menyusun RPP itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Karena itu, RPP harus mempunyai daya terap atau applicable yang tinggi. Tanpa perencanaan yang matang, mustahil target pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. Pada sisi lain, melalui RPP pun dapat diketahui kadar kemampuan guru dalam menjalankan profesinya.
Sebagaimana rencana pembelajaran pada umumnya, rencana pembelajaran berbasis kompetensi melalui pendekatan kontekstual dirancang oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran dikelas yang berisi scenario tentang apa yang akan dilakukan siswanya sehubungan topic yang akan dipelajarinya. Secara teknis rencana pembelajaran minimal mencakup komponen-komponen berikut :
1.      Standar Kompetensi, kompetensi dasar, indicator pencapaian hasil belajar
2.      Tujuan Pembelajaran
3.      Materi Pembelajaran
4.      Pendekatan dan metode pembelajaran
5.      Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
6.      Alat dan sumber belajar
7.      Evaluasi pembelajaran

8.      Langkah-Langkah Penyusunan RPP
Langkah yang patut dilaksanakan oleh guru dalam penyusunan RPP adalah sebagai berikut :
ü  Ambilah satu unit pembelajaran ( dalam silabus ) yang akan diterapkan dalam pembelajaran.
ü  Tulis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam unit tersebut.
ü  Tentukan indicator untuk mencapai kompetensi dasar tersebut.
ü  Tentukan alokasi waktu yang diperlukan untuk mencapai indicator tersebut.
ü  Rumuskan tujuan pembelajarn yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.
ü  Tentukan materi pembelajaran yang akan diberikan / dikenakan kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan .
ü  Pilihlah metode pembelajaran yang dapat mendukung sifat materi dan tujuan pembelajaran.
ü  Susunlah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan tujuan pembelajaran, yang bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
ü  Jika alokasi waktu untuk mencapai satu kompetensi dasar lebih dari dua jam pelajaran, bagilah langkah-langkah pembelajaran menjadi lebih dari satu pertemuan. Pembagian setiap jam pertemuan bisa didasarkan pada satuan tujuan pembelajaran atau sifat/tipe/jenis materi pembelajaran.
ü  Sebutkan sumber/media belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran secara konkret dan untuk setiap bagian/unit pertemuan.
ü  Tentukan teknik penilaian,bentuk,dan contoh instrument penilaian yang akan digunakan untuk mengukur ketercapaian  kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Jika instrument penilaian berbentuk tugas, rumuskan tugas tersebut secara jelas dan bagaimana rambu-rambu penilaiannya. Jika instrument penilaian berbentuk soal, cantumkan soal-soal tersebut dan tentukan rambu-rambu penilaiannya dan/atau kunci jawabannya. Jika penilaiannya berbentuk proses, susunlah rubricnya dan indicator masing-masingnya.

9.      Format RPP
Ada beberapa alternative format RPP yang bisa dikembangkan. Format yang dipilih guru sangat bergantung pada sifat materi pembelajaran dan selera/kehendak kurikulum yang sedang berlaku. Yang penting adalah kita memutuskan penggunaan format tertentu harus dilakukan secara sadar dan rasional.   Berikut ini dicantumkan dua jenis format RPP yang biasa digunakan oleh guru.  Dari kedua format tersebut, KTSP cenderung atau berselera dengan format 1.
Setelah format dipilih, secara hierarkis langkah-langkah pokok penyusunan RPP berbasis kompetensi dengan pendekatan CTL adalah sebagai berikut :
1.      Bukalah silabus mata pelajaran tertentu. Disana Anda akan menjumpai kompetensi dasar, materi pokok, dan pencapaian hasil belajar, yang dikelompokkan berdasarkan kelas dan semester.
2.      Setelah memilih kompetensi dasar, materi pokok, dan indicator pencapaian hasil belajar , nyatakan kegiatan utama pembelajarannya. Rumusan kegiatan ini diperoleh dari penggabungan antara kompetensi dasar, materi pokok, dan indicator pencapaian tujuan.
3.      Rumuskan tujuan umum pembelajarannya, rumusan tujuan ini mengacu pada indicator pencapaian hasil belajar dan kegiatan utama pembelajaran.
4.      Rincilah media yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran. Penentuan media hendaknya memenuhi ciri-ciri, antara lain sesuai dengan tujuan pembelajaran, membangkitkan minat belajar siswa, memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif, essensial, ketersediaan, kemudahan penerapan, dan kealamiahan.
5.      Susunlah scenario yang berupa tahap-tahap kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa. Scenario kegiatan harus mencerminkan aktualisasi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi dan komponen utama pendekatan kontekstual.
6.      Tentukan penilaian autentiknya. Dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam belajar. Data ini bisa diarahkan pada setiap tahapan kegiatan siswa dari awal sampai akhir kegiatan, termasuk hasil belajarnya.






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan               :               ………………………………………
Mata Pelajaran                     :               ………………………………………
Kelas / Semester                 :               ………………………………………
Standar Kompetensi           :               ………………………………………
Kompetensi Dasar               :               ………………………………………
Indikator                               :               ………………………………………
Alokasi Waktu                      :               …..  x ….. Menit ( ………..Pertemuan )

A.         Tujuan Pembelajaran
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
B.          Materi Pembelajaran
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
C.          Metode Pembelajaran
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
D.         Langkah- langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Awal ( Dilengkapi dengan alokasi waktu )
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Kegiatan Inti ( Dilengkapi dengan alokasi waktu )
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Kegiatan Penutup ( Dilengkapi dengan alokasi waktu )
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Pertemuan 2
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Dan seterusnya.
E.          Sumber Belajar ( Disebutkan secara konkret )
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
F.          Penilaian
Teknik
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Bentuk instrument
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Contoh Instrument ( Soal / Tugas )
(Ditambah kunci jawaban atau pedoman penilaian )
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………..... ,……., ………….
     Mengetahui,                                                                                                      Guru Mata Pelajaran
  Kepala Sekolah


…………………………………                                                                                           ……………………………………….

 
Format 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran                                     :               ………………………………………
Satuan Pendidikan                               :               ………………………………………
Kelas / Semester                                 :               ………………………………………
Materi Pembelajaran Pokok              :               ………………………………………
Sub – Materi Pembelajaran               :               ………………………………………
Alokasi Waktu                                      :               …..  x ….. Menit ( ………..Pertemuan )

A.         Kompetensi Dasar
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
B.          Indikator Pencapaian Hasil Belajar
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
C.          Materi pembelajaran
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
D.         Sumber Belajar
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
E.          Pelaksanaan Pembelajaran
1.       Kegiatan
a.    Pendahuluan
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b.    Kegiatan Inti
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
C.  Penutup
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Dan seterusnya.
2.       Uraian
No
Pertemuan
Ke
Indikator Pencapaian Hasil Belajar
Materi Pembelajaran
Metode
dipakai
Sarana / Sumber Belajar







F.          Penilaian
1.       ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2.       ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Dan seterusnya.
………………..... ,……., ………….
    
   Mengetahui,                                                                                                        Guru Mata Pelajaran
  Kepala Sekolah


…………………………………                                                                                           ……………………………………….

 
Format 2
                                                                                                                  

10.  Penulisan RPP Tematik dikelas rendah

Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata, yaitu system konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya.
            Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut. (1) Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek situasi lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak (2) Mulai berpikir secara operasional (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda (4) Membentuk dan memepergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab-akibat (5) Memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan berat. Memerhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga cirri, yaitu konkret, integratif, dan hierarkis.
            Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema, diharapkan akan memberikan banyak keuntungan, diantaranya; 1) siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu; 2) siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antarmata pelajaran dalam tema yang sama: 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5) siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6) siswa mampu lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain; 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.
Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut, kecenderungan belajar anak usia
sekolah dasar memiliki tiga ciri, yaitu:
1. Konkrit
Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang
dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik, dengan titik penekanan pada
pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pemanfaatan lingkungan akan
menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai, sebab siswa
dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami,
sehingga lebih nyata, lebih faktual, lebih bermakna, dan kebenarannya lebih dapat
dipertanggungjawabkan.

2. Integratif
Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu
keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu, hal ini
melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian.


3. Hierarkis
Pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari
hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Sehubungan dengan hal tersebut,
maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis, keterkaitan antar materi, dan cakupan
keluasan serta kedalaman materi .

Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar, konsep
belajar dan pembelajaran bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD
sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah

pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran
sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok
pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983).
Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan, di antaranya:
1)      Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu,
2)      Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama;
3)      pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
4)      kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa;
5)      Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;
6)      Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain;
7)      guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.

11.   IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK

Dalam implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mempunyai berbagai implikasi
yang mencakup:

a. Implikasi bagi guru
Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan
kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai
mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik,
menyenangkan dan utuh.
b. Implikasi bagi siswa
1. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya
    dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil
    ataupun klasikal.
2. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif
    misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan
    pemecahan masalah

c. Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media
1. Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara
individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep
serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam
pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.
2. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya
didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design),
maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by
utilization).
3. Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang
bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang
abstrak.
4. Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku
ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan
pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang
terintegrasi

d. Implikasi terhadap Pengaturan ruangan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang
agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi:
¨       Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan
¨       pembelajaran yang sedang berlangsung Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas
¨       Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
¨       Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.

e. Implikasi terhadap Pemilihan metode
Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik, maka dalam pembelajaran yang
dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode.
Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.

12.   tahapan yang dapat dilakukan untuk menerapkan RPP Tematik,sebagai berikut

1.       TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap
perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar, pengembangan
jaringan tema, pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran.

a. Pemetaan Kompetensi Dasar
Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan
utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata
pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah:

·         . Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator
Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari
setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
 Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik
 Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
 Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati

·         . Menentukan tema
a. cara penentuan tema
Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni:

Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang
terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan
tema yang sesuai.

Cara kedua, menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan,
untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan peserta didik
sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

b. Prinsip Penentuan tema
Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu:
 Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa:
 Dari yang termudah menuju yang sulit
 Dari yang sederhana menuju yang kompleks
 Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
 Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa
 Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa,termasuk minat,       kebutuhan, dan kemampuannya

·         Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi, Kompetensi dasar dan Indikator
Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi, Kompetensi
Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar
kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis.
b. Menetapkan Jaringan Tema
Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan
tema pemersatu. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema,
kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat
dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema.

c. Penyusunan Silabus
Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar
dalam penyusunan silabus. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat/sumber, dan penilaian.

d. Penyusunan Rencana Pembelajaran
Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar
siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Komponen rencana
pembelajaran tematik meliputi:
  1. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan, kelas,semester, dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).
  2. Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.
  3. Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.
  4. Strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator, kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembukaan, inti dan penutup).
  5. Alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar,serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
  6. Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian).



2.       TAHAP PELAKSANAAN

1. Tahapan kegiatan
Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga
tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan
kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit), kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35
menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit)

a. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan
Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran
untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses
pembelajaran dengan baik.
Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini
dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan
disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan
fisik/jasmani, dan menyanyi

b. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk
pengembangan kemampuan baca, tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran
dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan
dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun perorangan.

c. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut
Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Beberapa contoh kegiatan
akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil
pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku,
pantomim, pesan-pesan moral, musik/apresiasi musik.
Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi:
Contoh 1:
Kegiatan
Jenis kegiatan
Kegiatan pembukaan
Anak berkumpul bernyanyi sambil menari mengikluti irama musik
Kegiatan inti
 Kegiatan untuk pengembangan membaca
 Kegiatan untuk pengembangan menulis
 Kegitan untuk pengembangan berhitung
Kegiatan penutup
Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita


Contoh 2:
Kegiatan
Jenis kegiatan
Kegiatan pembukaan
Waktu berkumpul (anak m,enceritakan pengalkaman,
menyanyi, melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema)
Kegiatan inti
v Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar)
v Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan)
v Melakukan pengamatan sesuai dengan tema, misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi, menggambar hewan hasil pengamatan
Kegiatan penutup
v Mendongeng
v Pesan-pesan moral
v Musik/menyanyi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar